GIZI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN MANUSIA

 

GIZI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN MANUSIA

 

            Dalam setiap tahapan kehidupan manusia,dimulai dari masa Kehamilan,Bayi,Balita,Anak sekolah,Remaja,Dewasa hingga Lanjut usia memerlukan asupan Gizi yang berbeda sesuai karakteristik diatas. Kebutuhan Gizi Ibu hamil berbeda dengan Remaja maupun Lansia. Kebutuhan Gizi bayi baru lahir berbeda dengan kebutuhan gizi anak balita,dan lain sebagainya. Masing masing tahap kehidupan manusia memiliki kadar kebutuhan gizinya masing masing sesuai umur,aktifitas,lingkungan, dan social ekonomi mereka dan keadaan fisiologis fungsi fungsi tubuh mereka.

Berikut akan diuraikan karakteristik dan kebutuhan Gizi masing masing tahap/Siklus kehidupan manusia ;

  1. Masa Kehamilan

Kehamilan dimulai pada saat pertemuan antara sel sperma laki laki dengan sel telur Perempuan terjadi,lalu mereka menyatu dan terjadi pembuahan hingga terus menerus mengalami pertambahan dan pertumbuhan sel sel didalam rahim seorang Ibu.Masa hamil adalah sebuah masa dimana akan tumbuhnya generasi baru kita.Masalah dan karakteristik selama kehamilan bisa dilihat dibawah ini

  1.  
    • Sering timbulnya masalah pada saat awal kehamilan,yakni yang lebih kita kenal dengan Hiperemesis.suatu kondisi penyesuaian antara sang Ibu dengan Janin yang dikandung. Si Ibu sering mual.muntah serta pusing pusing menjelang awal kehamilannya. Keadaan tadi bias berlangsung hingga usia kehamilan menginjak 5 bulan.Berat Badan ibu menurun drastis karena itu dan kadang terjadi dehidrasi karena asupan makanan berkurang dan banyaknya keluar cairan selama muntah.Tubuh Ibu kadang menolak berbagai makanan yang semestinya dimakan. Sebaiknya pada tahap kehamilan ini Ibu hamil memeriksakan diri ke Bidan atau bila perlu ke dokter kandungan.
    • Pemenuhan Gizi untuk Ibu hamil pada masa hiperemesis ini adalah untuk mencegah terjadinya penurunan BB  yang drastic mencegah dehidrasi dan Ibu hamil itu mesti istirahat total serta dijauhkan dari hal hal/sesuatu yang dapat mengganggu kenyamanan dia.anjuran Gizinya adalah sbb :

 

-         Makan dengan  Porsi kecil tetapi sering,maksudnya adalah makannya sedikit sedikit tetapi sering,misalkan tiap satu atau dua jam ada selalu makanan yang masuk.Bila muntah,tunggu sebentar lalu masukin lagi makanan begitu seterusnya. Untuk mengurangi mualnya,bila sudah ke dokter,biasanya dokter meresepkan obat tertentu dan biasanya itu berhasil menekan muntah agar Ibu hamil dapat makan sedikit sedikit.

-         Minum yang cukup dan terus menerus disela sela jeda muntah.sebaiknya minum air hangat agar tidak menambah mual.

-         Bersambung pada Gizi pada bayi dan Balita……..

Mon, 7 Dec 2009 @09:58

KESEHATAN REPRODUKSI DAN KESEHATAN REMAJA

 

Endometriosis

DEVINISI


Endometriosis berasal dari kata endometrium, yaitu jaringan yang melapisi dinding rahim.

Penyakit endometriosis ini adalah tumbuhnya jaringan dinding rahim di luar rahim.


LOKASI

Rongga perut, seperti :

{ Ovarium

{ Tuba falopii

{ Jaringan yang menunjang uterus

{ Daerah di antara vagina dan rectum

{ Kandung kemih.


GEJALA

{ Sakit saat haid

{ Nyeri saat hubungan seks

{ Berkurangnya kesuburan.

{ Panggul mengalami kesakitan, 1 minggu sebelum datang bulan yang makin bertambah sakit sampai pendarahan berkurang.

{ wanita antara usia 30-40 tahun.


Tanda

{ Rasa sakit yang parah pada perut bagian bawah, bisa terasa sekali-kali maupun terus-menerus, atau bisa juga terkait dengan masa menstruasi. Rasa sakit ini seringkali tidak tertahankan sehingga menyebabkan penderitanya tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa. Rasa sakit ini sering kali menjadi lebih parah selama berolahraga, selama berhubungan seks, atau sesudah pemeriksaan panggul.

{ Menstruasi yang sangat berat,

{ Sakit punggung bagian bawah,

{ Sulit buang air besar,

{ Diare, atau merasa sakit bahkan mengeluarkan darah ketika buang air kecil.

{ Endometriosis bisa juga menyebabkan keguguran pada kehamilan. Penyebab pastinya belum diketahui, tetapi ada kemungkinan endometriosis menyebabkan gangguan dalam hormon wanita yang menimbulkan keadaan keracunan sehingga menganggu pertumbuhan janin. Kadangkala wanita yang mengidap penyakit endometriosis bisa beberapa kali mengalami keguguran


PENYEBAB

{ Diduga hubungan seks dapat mendorong aliran darah haid yang mengandung sel-sel dinding rahim kembali ke saluran telur dan ke rongga perut, sehingga dapat tumbuh di tempat yang tidak sebenarnya.

{ Kemungkinan darah kotor melimpah atau tumpah ke belakang rahim melalui saluran fallopian. Pada endometriosis, jaringan rahim yang menyimpang ini berjalan seperti jaringan normal, sehingga menyebabkan perdarahan abnormal atau rasa sangat sakit dan kram pada waktu datang bulan.

{ Wanita-wanita yang sering tertekan jiwanya (stress)

{ Sejauh ini hanya diketahui bahwa endometriosis banyak ditemui di kalangan perempuan yang keluarganya menderita endometriosis juga.

{ Endometrial implant ini juga bahkan dapat menekan organ tubuh yang membawa kotoran keluar dari tubuh, seperti kandung kemih, usus, dan rectum.


PERAWATAN DAN PENGOBATAN

{ Bagi wanita yang sering mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Melalui pemeriksaan terhadap rahim dengan pemeriksaan ultrasound melalui vaginal sonography.

{ Jika terdapat ‘chocolate cyst’ ataupun keadaan rahim yang terbalik (retroverted), pembedahan akan dilakukan. Pembedahan akan membetulkan rahim dengan menjahit rahim ke otot perut di bagian depan (ventro-suspension of the uterus). Setelah ini dilakukan, bagian peranakan serta bagian sekitarnya akan dibasuh dengan cairan untuk menghilangkan segala kotoran dan keracunan yang dikeluarkan oleh endometriosis. Jika pembedahan pada saluran fallopian, tersumbat ketika pembedahan, maka pembedahan akan dilakukan sekali lagi.

{ Selain operasi, perawatan bisa dilakukan dengan minum obat, diantaranya obat yang mengandung hormon Progesterone. Bahkan seiring dengan kemajuan ada juga pengobatan dengan cara penyuntikan sebulan sekali.


INISIASI MENYUSU DINI

Tahukah bunda bahwa menyusui bayi yang baru lahir dalam 1 jam pertama kehidupannya berarti bunda sudah turut menyelamatkan Lebih dari Satu Juta Bayi ?????

Inisiasi dini adalah pemberian ASI untuk pertama kalinya begitu bayi baru lahir. Jadi begitu bayi yang lahir sudah dibersihkan, ia langsung diletakkan di atas dada ibunya dan ia dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri.

Terdengar begitu berat ya bun?

Iya, emang berat bun. Apalagi kalau bayi kita berteriak-teriak menangis, rasanya kita ingin menolongnya dan langsung meletakkannya di posisi yang benar jadi ia langsung dapat menyusui.

Menurut Dr.Utami Roesli, anak adalah hak kita, jadi kita berhak untuk minta bantuan medis untuk melakukan proses inisiasi ASI dini ini. Biarpun proses ini baru ditemukan setahun yang lalu, tapi kan tidak terlambat buat kita kan?

Prosesnya sendiri secara step by step seperti ini:

þ Minta dukungan suami atau keluarga untuk mendampingi dan mendukung bunda saat melahirkan.

þ Minta ke dokter untuk jangan menggunakan obat kimiawi dalam menolong bunda saat melahirkan (bisa dengan pijat, musik atau aroma terapi).

þ Biarkan bunda sendiri yang menentukan cara dan posisi melahirkan.

þ Keringan bayi secepatnya tanpa menghilangkan vernix yang menyamankan kulit bayi.

þ Tengkurapkan bayi di dada atau perut bunda dengan kulit bayi melekat pada kulit bunda. Selimuti keduanya. Kalau perlu menggunakan topi bayi.

þ Ini yang terpenting: biarkan bayi mencari puting susu bunda sendiri . Bunda dapat merangsang bayi dengan sentuhan lembut. Bila perlu bunda boleh kok mendekatkan bayi pada puting tapi jangan memaksakan bayi ke puting susu.

þ Biarkan bayi dalam posisi kulit bersentuhan dengan kulit bunda sampai proses menyusu pertama selesai.

þ Bila bunda melahirkan dengan proses operasi berikan kesempatan skin to skin contact.

þ Bayi dipisahkan dari bunda untuk ditimbang, diukur, dicap setelah menyusu dini selesai. Tunda prosedur yang infasif.

þ Hindari pemberian minuman prelaktal

 


AMENORE

³ Devinisi

Amenore adalah tidak terjadinya menstruasi.

Amenore primer Jika menstruasi tidak pernah terjadi.

Amenore sekunder jika menstruasi pernah terjadi tetapi kemudian berhenti selama 6 bulan atau lebih.

Amenore yang normal hanya terjadi sebelum masa pubertas, selama kehamilan, selama menyusui dan setelah menopause .

³ PENYEBAB

Primer

  • Tertundanya menarke
  • Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata)
  • Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dll)
  • Kelainan bawaan pada sistem kelamin
  • Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X)
  • Obesitas yang ekstrim
  • Hipoglikemia
  • Disgenesis gonad
  • Hipogonadisme hipogonadotropik
  • Sindroma feminisasi testis
  • Hermafrodit sejati
  • Penyakit menahun
  • Kekurangan gizi
  • Penyakit Cushing
  • Fibrosis kistik
  • Penyakit jantung bawaan (sianotik)
  • Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal
  • Hipotiroidisme
  • Sindroma adrenogenital
  • Sindroma Prader-Willi
  • Penyakit ovarium polikista
  • Hiperplasia adrenal kongenital

Sekunder

  • Kehamilan
  • Kecemasan akan kehamilan
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Olah raga yang berlebihan
  • Lemak tubuh kurang dari 15-17%extreme
  • Mengkonsumsi hormon tambahan
  • Obesitas
  • Stres emosional
  • Menopause
  • Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)
  • Obat-obatan (busulfan klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)
  • Prosedur dilatasi dan kuretase
  • Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat infeksi atau pembedahan).
  • Amenore bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya.

“Dalam keadaan normal, hipotalamus (bagian dari otak yang terletak diatas kelenjar hipofisa) mengirimkan sinyal kepada kelenjar hipofisa untuk melepaskan hormon-hormon yang merangsang dilepaskannya sel telur oleh ovarium. Pada penyakit tertentu, pembentukan hormon hipofisa yang abnormal bisa menyebabkan terhambatnya pelepasan sel telur dan terganggunya serangkaian proses hormonal yang terlibat dalam terjadinya menstruasi”

³ GEJALA

a. Karena kegagalan mengalami pubertas maka Tidak akan ditemukan tanda-tanda pubertas.

b. Kehamilan, akan ditemukan morning sickness dan pembesaran perut.

c. Kadar hormon tiroid yang tinggi maka gejalanya adalah denyut jantung yang cepat, kecemasan, kulit yang hangat dan lembab

d. Sindroma Cushing menyebabkan wajah bulat (moon face ), perut buncit dan lengan serta tungkai yang kurus.

Gejala lain

e. Sakit kepala

f. Galaktore (pembentukan air susu pada wanita yang tidak hamil dan tidak sedang menyusui)

g. Gangguan penglihatan (pada tumor hipofisa)

h. Penurunan atau penambahan berat badan yang berarti

i. Vagina yang kering

j. Hirsutisme (pertumbuhan rambut yang berlebihan, yang mengikuti pola pria), perubahan suara dan perubahan ukuran payudara

³ DIAGNOSIS

Di tegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan usia penderita.

Pemeriksaan

a. Biopsi endometrium

b. Progestin withdrawal

c. Kadar prolaktin

d. Kadar hormon (misalnya testosteron)

e. Tes fungsi tiroid

f. Tes kehamilan

g. Kadar FSH (follicle stimulating hormone)< LH (luteinizing hormone), TSH (thyroid stimulating hormone)

h. Kariotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom

i. CT scan kepala (jika diduga ada tumor hipofisa).


³ PENGOBATAN

Jika Penurunan berat badan yang drastis atau obesitas = diet yang tepat.

Jika olah raga yang berlebihann = Kurangi

Jika seorang anak perempuan belum pernah mengalami menstruasi dan semua hasil pemeriksaan normal, maka dilakukan pemeriksaan setiap 3-6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya.
Untuk merangsang menstruas i bisa diberikan progesteron . Untuk merangsang perubahan pubertas pada anak perempuan yang payudaranya belum membesar atau rambut kemaluan dan ketiaknya belum tumbuh , bisa diberikan estrogen .

Jika penyebabnya adalah tumor, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tesebut. Tumor hipofisa yang terletak di dalam otak biasanya diobati dengan bromokriptin untuk mencegah pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor ini.
Bila perlu bisa dilakukan pengangkatan tumor. Terapi penyinaran biasanya baru dilakukan jika pemberian obat ataupun pembedahan tidak berhasil.

 

 

 


….PROGRAM PUNYA BABY…..

 


CALON AYAH DAN BUNDA HARUS ;

1. Berdoa

2. Minum vitamin E dosis 1 x 400 mg dan makanan yang mengandung vit E (toge, kacang2an)

3. Menghitung hari saat bunda dalam keadaan subur… Caranya :

a. Bunda menghitung pada saat 14 hari sebelum haid berikutnya , misalnya : Bunda biasanya haid pada tanggal 01 januari, 14 Hari sebelum tanggal 01 jan adalah tanggal 18 Des.

b. Tarik maju mundur 2 hari ya bun,,,

c. Jadi tanggal 16, 18 dan 20 calon Ayah dan bunda harus berhubungan… karna itu adalah masa subur bunda…

4. Mengetahui masa subur bunda melalui pengeluaran lendir vagina .

J Lendir vagina pada masa subur berupa lendir kental berwarna putih, kenyal dan bila di tarik, tidak putus….

Tau ya bunda,,,,

L Bila lendir yang keluar cair, dan bunda merasa becek, brarti bunda sedang tidak subur,,,

5. Posisi Calon Ayah dan Bunda Saat berhubungan…

a. Posisi ayah ada di atas. Pemanasan dulu…

b. Posisi Bunda ada di bawah, bagian bokong bunda di ganjel pake bantal. Jadi posisi panggul bunda agak ekstensi ya,,, agar dapat menampung sperma dengan maksimal.

c. Setelah selesai, bunda jangan langsung bersih2 Posisi itu bunda peratahankan sampai pagi ya…

6. Penyubur….

Bila semua cara diatas sudah dilakukan tapi belum berhasil…

Penyubur diberikan minimal setelah menikah 1 tahun….

 

 


ASI EKSKLUSIF

Apa C ASI Eksklusif ?????

ASI eksklusif adalah air

susu ibu yang diberikan

kepada bayi tanpa makanan

tambahan sampai bayi

berumur 6 bulan, dan tanpa

diberi tambahan cairan lain,

seperti susu formlula, madu, dll.

Kita Lihat Manfaat ASI Eksklusif yu…

Manfaat bagi bayi

J Sebagai nutrisi terbaik

J Meningkatkan daya tahan tubuh

J Meningkatkan kecerdasan

J Menghindarkan bayi dari alergi

J Meningkatkan jalinan kasih sayang

Manfaat bagi Bunda

 Mempercepat proses pemulihan rahim ke ukuran sebelum melahirkan

 Mengurangi terjadinya kanker payudara di kemudian hari

 Mempercepat jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi

 Menghemat serta mudah mendapatkannya

ASI IS THE BEST BUNDA…

 Steril dan aman dari pencemaran kuman

 Selalu tersedia dengan suhu yang sesuai dengan kebutuhan bayi

 Produksi disesuaikan dengan kebutuhan bayi

 Mengandung antibody yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh kuman serta virus

 Bahaya alergi tidak ada.

Mon, 7 Dec 2009 @09:53

PANDUAN ROHANI IBU HAMIL

image

 

PENGANTAR PENULIS

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ :

Kehidupan manusia diawali dari penciptaan Adam, kemudian Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuknya yang kiri. Dari kedua pasangan inilah lahir keturunan mereka dengan berbagai karakter, tabi’at dan kebiasaan masing-masing. Bahkan bentuk dzahirpun berbeda dari satu suku dengan suku lainnya. Warna kulit, budaya dan bahasa yang berbeda adalah bukti kemaha kuasaan-Nya.

Manusia berasal dari Adam, sedang Adam berasal dari tanah. Saripati tanah itulah yang kini menjadi bahan baku penciptaan manusia. Dari tulang sulbi (rusuk) yang berupa sperma laki-laki dan dari tulang dada wanita manusia diciptakan. Allah SWT, berfirman :

Ì  Ý à Y u ‹ ù = s ù ß ` » | ¡ R M } $ # § N Ï B t , Î = ä z Ç Î È t , Î = ä z ` Ï B & ä ! $ ¨ B 9 , Ï ù # y Š Ç Ï È ß l 㠍 ø ƒ s † . ` Ï B È û ÷ ü t / É = ù =  Á 9 $ # É = Í ¬ ! # u Ž © I 9 $ # u r Ç Ð È

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari Apakah Dia diciptakan?, Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan”. (QS. At-Thariq: 5,6,7)

Dalam rahim inilah manusia memulai kehidupannya. Mulai dari usia kehamilan 120 hari, Allah menurunkan utusannya untuk menuliskan (mensetting) si jabang bayi. Maka ditentukanlah qadar-Nya, mulai dari rizki, ajal, jodoh dan kehidupannya.

Usia kehamilan merupakan masa yang baik untuk melakukan tindakan yang tepat agar si jabang bayi lahir dalam keadaan sehat wal afiat, sempurna dzahir dan bathin, memiliki watak dan karakter yang baik.

Maka bagi sang ibu yang sedang hamil hendaklah memperhatikan betul tentang makanan dan minuman yang dikonsumsinya, karena akan berpengaruh pada bayi yang sedang di kandungnya. Makanan dan minuman yang haram akan mengeluarkan energi dan saripati makanan yang haram dan akan dikonsumsi oleh bayi yang sedang dikandungnya. Sulit diterima akal bila makanan yang haram dapat melahirkan anak yang shaleh.

-

Rasulullah SAW, pernah berpesan kepada sayyidina Ali ra, :

مَنْ أَكَلَ الْحَلاَلَ صَفَا دِيْنُهُ وَرَقَّ قَلْبُهُ وَلَمْ يَكُنْ لِدَعْوَتِهِ حِجَابٌ وَمَنْ أَكَلَ الشُّبُهَاتِ اِشْتَبَهَ عَلَيْهِ دِيْنُهُ وَأَظْلَمَ قَلْبُهُ وَمَنْ أَكَلَ الْحَرَامَ مَاتَ قَلْبُهُ وَخَفَّ دِيْنُهُ وَضَعُفَ يَقِيْنُهُ وَحَجَبَ اللهُ دَعْوَتَهُ

“Barangsiapa yang memakan barang yang halal maka akan bersih agamanya, lunak hatinya dan do’anya tidak akan terhalang. Barangsiapa yang memakan barang yang syubhat maka akan samar agamanya dan gelap hatinya. Dan barang siapa yang memakan barang yang haram maka akan mati hatinya, ringan agamanya, lemah keyakinannya dan Allah akan menghijab do’anya.[1]

Untuk keperluan itulah buku ini kami susun, agar para orangtua khususnya ibu yang sedang mengandung dapat melakukan hal-hal yang terbaik untuk anaknya. Disamping itu buku ini dilengkapi pula dengan do’a-do’a yang perlu dibaca oleh ibu hamil dan menyusui, dilengkapi pula dengan pembahasan seputar KB, aborsi dan lainnya.

Harapan kami semoga buku ini bermanfa’at untuk kemaslahatan ummat. Koreksi dan nasehat sangat kami harapkan dari para ulama dan cerdik pandai bila dalam buku ini terdapat kesalahan dan kekeliruan.

Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada:

1. Walikota Sukabumi yang telah memberikan motifasi dan sambutannya, semoga Allah selalu mnecurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya.

2. Ketua MUI Kota Sukabumi yang diwakili oleh KH. A. Sulaeman Els,SH,SIP,MM. yang telah mengoreksi dan memberikan sambutannya.

3. Drg. Suhendro Rusli selaku Kepala PUSKESMAS Sukabumi yang telah merespon secara positif buku ini dan memfasilitasi penerbitannya.

4. Seluruh staf dan karyawan PUSKESMAS SUKABUMI yang telah mendermakan dirinya untuk melayani kesehatan ummat.

5. Seluruh keluarga besar PP. Assobariyyah, khususnya Utzh. Didah Halimatussa’diyyah yang telah memberikan materi ini pada acara seminar kesehatan dan mendorong penerbitannya.

6. Semua pihak yang telah membantu penerbitan buku ini.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya teriring do’a: “Jazaakumullah Ahsanal Jazaa”. Seoga Allah SWT mencurahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua, amin.

Sukabumi, Oktober 2009

Penulis

PENGANTAR

WALIKOTA SUKABUMI

(H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH., M.Si)

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dengan sangat sempurna, “fi ahsani taqwiim” . Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah diutus sebagai “Rahmatan lil ’alamiin”, juga kepada segenap keluarganya, sahabatnya dan seluruh ummat yang setia hingga akhir zaman.

Ulama sering menyampaikan bahwa bila suatu negri ingin maju dan berhasil dalam segala hal maka harus ada empat unsur yang menopangnya, yaitu : ilmunya ulama, adilnya umara, dermawannya aghniya dan do’anya fuqara. Begitu pula halnya dengan kota Sukabumi yang kita cintai ini bila ingin maju dan berkembang serta mendapatkan barokah dari Allah SWT maka keempat unsur tersebut tak boleh dikesampingkan.

Maka pada kesempatan ini kami meyambut baik atas kehadiran buku “Pedoman Rohani Untuk Ibu Hamil dan Menyusui” yang disusun oleh Utz. Ahmad Nawawi Sadili Pengasuh Pondok Pesantren Assobariyyah. Sebagai salah satu bentuk upaya membangun negri ini dengan “ilmunya para Ulama”.

Kami yakin bahwa buku ini sangat besar manfaatnya khsusunya bagi para ibu hamil dan menyusui, karena generasi yang akan meneruskan pembangunan negri ini haruslah generasi yang sehat jasmani dan rohani serta diisi dan disinari dengan energi-energi ilahi.

Akhirnya kami ucapkan selamat membaca, semoga Allah SWT selalu menuntun kita ke jalan yang lurus, jalan yang diridhoi-Nya. Dan semoga anak cucu kita dijadikan generasi yang siap pakai: “cageur, bageur,bener, pinter tur singer” , amiin.

Sukabumi, Syawwal 1430 H.

Oktober 2009 M.

H. MOKH. MUSLIKH ABDUSSYUKUR, SH, M.Si

Walikota Sukabumi

PENGANTAR

MUI KOTA SUKABUMI

(KH. A. Sulaeman Els, SH, SIP, MM)

بسم الله الرحمن الرحيم

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Puji syukur bagi Allah SWT, yang telah memberikan berbagai ni’mat kepada kita semua. Sholawat serta salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah menuntun kita menuju jalan yang benar.

Pernikahan merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, maka bagi seorang laki-laki atau perempuan yang sudah saatnya berumah tangga hendaknya menjalankan perintah tersebut. Karena dalam pernikahan terdapat sisi hikmah yang besar, diantaranya adalah merupakan solusi terbaik untuk mencegah terjadinya perzinaan, dan juga membangun nasab yang baik serta memperbanyak keturunan.

Ketika sepasang suami istri telah mengarungi bahtera rumah tangga, sebisa mungkin untuk tetap menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan terjadi kendala-kendala yang menguji pasangan tersebut.

Oleh sebab itu para Ulama telah merumuskan hal-hal yang berkaitan dengan etika, hak dan tanggug jawab bagi masing-masing pasangan yang diambil dari al-Qur’an dan al-Hadits untuk menghindari hancurnya mahligai rumah tangga, Nabi bersabda:

أَبْغَضُ الْحَلاَلِ إِلَى اللهِ الطَّلاَقُ

“Kehalalan yang paling dimurka oleh Allah adalah Talak”

Setelah pernikahan dilaksanakan sepasang suami istri tentu mengharapkan dikaruniai anak yang shaleh dan shalehah. Siapapun orangnya, sejahat apapun perangainya tentu mengharapkan anaknya menjadi generasi yang shaleh dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Oleh karenanya perlu adanya ikhtiar dari orang tua untuk merealisasikan cita-cita tersebut. Terutama disaat usia hamil, mulai dari bulan pertama sampai menjelang persalinan.

Buku yang ada dihadapan pembaca ini adalah usaha penulis memberikan sumbangan pemikirannya lewat karya tulis tentang panduan rohani bagi ibu hamil dan menyusui. Buku yang perlu dibaca oleh orangtua khususnya ibu yang sedang hamil dan menyusui.

Terima kasih patut saya sampaikan kepada Ust. Ahmad Nawawi Sadili atas usahanya ini. Semoga Allah SWT, menganugrahkan rahmat dan maghfiroh kepadanya dan semua orang yang membantu dalam penulisan dan penerbitannya, amiin.

Sukabumi, Syawwal 1430 H.

Oktober 2009 M.

(KH. A. Sulaeman Els, SH, SIP, MM)

Sekretaris Umum MUI Kota Sukabumi

PENGANTAR

KEPALA PUSKESMAS SUKABUMI

(Drg. Suhendro Rusli)

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah puji dan syukur kami sampaikan kepada Allah SWT. atas semua karunia yang telah diberikan kepada kita, utamanya ni’mat iman dan islam disertai ni’mat sehat wal-‘afiat.

Sholawat dan salam tak lupa kami sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya. Nabi yang menganjurkan dan mengajarkan kepada kita untuk selalu hidup bersih dan menjaga kesehatan. Beliau bersabda : “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”.

Kami sangat bersyukur atas diterbitkannya buku yang diberi judul “Pedoman Rohani Untuk Ibu Hamil dan Menyusui” ini. Buku yang sangat penting dan perlu dibaca dan dimiliki oleh segenap lapisan masyarakat khususnya ibu yang sedang hamil atau menyusui.

Sebuah buku yang diharapkan dapat membuka pencerahan bagi para pembaca mengenai tata cara merawat bayi mulai dari kandungan sampai usia sapih. Mungkin masih jarang buku yang memberikan petunjuk tentang merawat dan mengasuh anak secara islami, bahkan di dalam buku ini disajikan pula beberapa do’a khusus bagi ibu hamil dan menyusui.

Hal ini menjadi penting karena keberhasilan pembangunan manusia seutuhnya dimulai dari usia bayi. Kesehatan ibu saat hamil, keselamatan saat melahirkan, kesehatan bayi saat dan setelah melahirkan menjadi indikator standar bagi keberhasilan pembangunan.

Oleh karena itu kami menyambut baik atas diterbitkannya buku ini dan sangat mendukung upaya penulis dalam menciptakan nilai-nilai kesehatan khusus bagi ibu dan bayinya.

Terima kasih kami ucapkan kepada Utz. Ahmad Nawawi Sadili selaku pengasuh Pondok Pesantren Assobariyyah yang telah berupaya membantu kami dalam hal rohani kesehatan bagi ibu hamil dan bayinya. Juga kepada seluruh staf dan karyawan Puskesmas Sukabumi yang selalu mengabdikan dirinya untuk kesehatan masyarakat. Semoga buku kecil ini bermanfaat untuk kemaslahatan ummat, amiin.

Sukabumi, Syawwal 1430 H.

Oktober 2009 M.

Drg. SUHENDRO RUSLI

Kepala Puskesmas Sukabumi

MUQADDIMAH

بسم الله الرحمن الرحيم

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ :

Kenikmatan dan kemuliaan dalam kehidupan berumah tangga akan bertambah ketika Allah SWT, telah memberikan karunia berupa seorang bocah buah cinta kasihnya. Anak adalah anugerah terindah yang senantiasa diharapkan kehadirannya bagi setiap insan yang membangun mahligai rumah tangga. Rasulullah SAW, pernah bersabda :

مَا وُلِدَ فِيْ أَهْلِ بَيْتٍ غُلاَمٌ إِلاَّ أَصْبَحَ فِيْهِمْ عِزٌّ لَمْ يَكُنْ (رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ)

"Tidak ada seorang anakpun yang lahir pada sebuah keluarga kecuali menambah kemuliaanya yang sebelumnya tidak ada" (HR. Tabrani).[2]

Rasulullah SAW, pun berpesan kepada mereka yang diberi karunia anak untuk mendidiknya dengan baik, beliau bersabda:

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهُ لِسَانُهُ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ (رواه الشيخان)

"Setiap anak terlahir dalam keadaan suci (Islam) sampai lisannya berbicara tentang dirinya. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi."(HR. Bukhari Muslim) [3]

Dalam kesempatan yang lain Rasulullah SAW, menegaskan agar setiap orang tua hendaklah memperhatikan tarbiyah anaknya, agar anak-anak tidak tumbuh menjadi anak yang mendatangkan kedurhakaan. Beliau bersabda:

أَعِيْنُوْا أَوْلاَدَكُمْ عَلَى الْبِرِّ مَنْ شَاءَ اسْتَخْرَجَ الْعُقُوْقَ مِنْ وَلَدِهِ (رواه الطبراني)

"Bantulah anak-anakmu untuk berbakti, siapa yang menghendaki, dia dapat melahirkan kedurhakaan melalui anaknya." (HR.Tabrani) .[4]

Dalam hadits lain Nabi SAW, bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ شَجَرَةٍ ثَمْرَةً وَثَمْرَةُ الْقَلْبِ الْوَلَدُ (رَوَاهُ الطَّبْرَانِيُّ)

"Sesungguhnya pada setiap pohon terdapat buah, dan buahnya hati adalah anak”.(HR. Thabrani).[5]

Anak adalah buah hati yang harus kita jaga, pelihara dan sayangi. Orang yang tidak memiliki rasa belas kasihan dan kasih sayang tidak akan masuk surga. Rasulullah SAW, bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلاَّ رَحِيْمٌ (رواه البيهقي)

“Tidak akan masuk sorga kecuali orang yang pengasih dan penyayang” (HR. Baihaqi)

Setiap orangtua menginginkan anaknya menjadi anak yang shaleh dan tidak mengharapkan anaknya menjadi anak yang durhaka. Dalam salah satu hadits mauquf [6] dijelaskan, "Datang seorang sahabat kepada Umar r.a, dia mengadu kalau anaknya durhaka pada bapaknya, maka anak tersebut dipanggilnya, lalu Umar bertanya perihal kedurhakaanya itu pada bapaknya, anak tersebut menjawab bahwa bapaknya telah durhaka pada dirinya yaitu dengan menikahi wanita yang tidak sholehah dan memberi nama pada anak tersebut dengan nama yang jelek yaitu "kumbang".

DAFTAR ISI

1. Pengantar Penulis …….1

2. Pengantar Walikota …….5

3. Pengantar MUI Kota Sukabumi …….7

4. Pengantar Kepala PUSKESMAS Sukabumi …….10

5. Muqaddimah …….12

6. Daftar isi …….15

7. Bab I Masa sebelum hamil …….16

a. Do’a meminta keturunan …….18

b. Do’a meminta keturunan laki-laki …….18

c. Do’a meminta keturunan perempuan …….19

8. Bab II Masa ketika hamil …….20

a. Do’a hamil …….22

b. 4 Bulan masa kehamilan …….24

c. 7 Bulan masa kehamilan …….27

9. Bab III Masa ketika melahirkan …….30

a. Do’a melancarkan kelahiran …….30

10. Bab IV Masa setelah melahirkan …….34

a. Yang berhubungan dengan bayi …….334

b. Yang berhubungan dengan ibu bayi …….40

c. Mengurus ari-ari (bali) …….42

11. Bab V Menyusui anak …….44

12. Bab VI Memberi nama …….48

13. Bab VII Masalah-masalah penting …….53

a. Aborsi …….53

b. KB dan Alat Kontrasepsi …….53

c. Bayi Kembar …….54

14. Bab VIII Penutup …….56

15. Daftar Pustaka …….

16. Sekilas tentang penulis …….

BAB I

MASA SEBELUM HAMIL

Setelah akad nikah dilangsungkan kedua mempelai hendaklah menyadari bahwa Allah SWT, telah mempersatukan mereka dalam sebuah bingkai suci tergores diatas sebuah prasasti mulia dan abadi ditaburi asma ilahi dan janji sehidup semati demi mengabdi kepada ilahi mengemban amanah Allah Rabbul Izzati.

Karena itu kedua mempelai setelah akad nikah lalu dipertemukan, maka pengantin pria memegang ubun-ubun istrinya sambil membaca “basmalah” dan do’a:

بَارَكَ اللهُ لِكُلِّ صَاحِبٍ مِّنَّا فِيْ صَاحِبِهِ

“Semoga Alah memberkati kita berdua” .

Ketika itu sang suami disunnahkan membaca do’a berikut ini :

اَللّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ الْمَرْأَةِ وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّمَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ

Allahumma inni asaluka khaira hadzihil marati wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi, wa a’udzu bika min syarriha wa syarri ma jabaltaha ‘alaihi.

“Ya Allah…! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan wanita ini dan kebaikan perangainya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan wanita ini dan keburukan perangainya”. (HR. Abu Daud dan Nasa-i)[7]

Ketika akan melakukan hubungan suami istri maka dianjurkan sebelumnya untuk melakukan hal-hal berikut ini :

1. Membaca Basmalah

2. Membaca surat al-Ikhlash

3. Membaca do’a sebelum berhubungan, yaitu :

اَللهُ أَكْبَرُ لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Allahu Akbar La Ilaha Illallahu Wallahu Akbar, Allahumma jannibna syaithona wajannibis syaithona ma razaqtana

“Allah Maha Besar, Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Ya Allah…! Jauhkan kami dari syetan dan jauhkan syetan dari anak yang kau berikan pada kami” .[8]

Dijelaskan bahwa barangsiapa yang membaca do’a tersebut sebelum berhubungan dengan istrinya maka akan dijauhkan dari syetan dan anaknya kelak tidak akan diganggu oleh syetan selama hidupnya.[9]

Setelah selesai melakukan hubungan badan maka dianjurkan berwudhu sebelum tidur atau langsung mandi besar bila memungkinkan.

Do’a meminta keturunan :

رَبِّ لاَ تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ

Rabbi Laa Tadzarni Fardan Wa Anta Khairul Waritsin

“Ya Tuhanku…! Janganlah Engkau biarkan aku menyendiri, Engkaulah pewaris yang terbaik”.

Do’a meminta keturunan laki-laki :

رَبِّ إِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ

Rabbi Inni Nazartu Laka Ma Fi Batnii Muharraran Fataqabbal Minni

“Ya Tuhanku…! Sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu bayi yang ada dalam rahimku sebagai seorang yang muharrar (laki-laki yang mengurus masjid) maka terimalah do’aku”.

Do’a meminta keturunan perempuan :

رَبِّ إِنِّيْ وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ

Rabbi Inni Wadha’tuha Untsa Wallau A’lamu Bima Wadha’at

“Ya Tuhanku…! Sesunggunya aku melahirkannya perempuan dan Engkau Maha Mengetahui dengan apa yang dilahirkan”

BAB II

MASA KETIKA HAMIL

Setiap kenikmatan yang diberikan Allah SWT, kepada hamba-NYA, harus senantiasa disyukuri. Syukur merupakan sebuah amalan mulia karena merupakan bukti pengakuan manusia atas segala kelemahannya. Syukur dapat diwujudkan dengan lisan, yakni dengan senantiasa mengagungkan asma Allah SWT, maupun dengan amal. Amal yang utama yaitu dengan menjaga dan merawat atas apa yang telah dianugerahkan Allah SWT, kepada kita.

Kehamilan adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa besarnya yang datang dari Allah SWT, yang harus disyukuri karena kenikmatan itu tidak diberi kepada semua manusia. Banyak cerita yang telah terdengar oleh kita, betapa inginnnya seseorang memperoleh anak, sampai banyak yang bersedia melakukan apapun yang dinasehatkan orang dari yang masuk akal sampai yang paling tidak masuk akal, dari yang diperbolehkan syar'i sampai yang perlu dipertanyakan keabsahannya. Bahkan ada yang rela mengeluarkan dana berapapun besarnya untuk pengobatan di berbagai rumah sakit, sampai-sampai harus keluar negeri semua itu dilakukan untuk satu hal, ingin memperoleh anak.

Dengan mensyukuri kehamilan, niscaya Allah SWT, akan semakin menambah kenikmatan kepada kita. Kehamilan merupakan tahap awal dari masa keibuan seorang wanita, dan saat itulah umur yang sesungguhnya seorang anak dimulai. Wanita yang hamil telah menjadi seorang ibu dan memiliki tanggung jawab atas anak yang sedang tumbuh di rahimnya. Oleh sebab itu masa depan seorang anak, sebagian besar tergantung pada ibunya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Baik riset maupun pengalaman praktis telah membuktikan bahwa makanan, obat-obatan, lingkungan, kecemasan, rasa marah, dendam, iri hati serta pikiran ibu seluruhnya mempengaruhi benih dalam kandungan. Jadi, dapat dikatakan bahwa apapun yang mempengaruhi ibu juga dapat mempengaruhi bayi yang dikandung.

Karena itu ibu hamil harus senantiasa mengontrol kondisi hati dan jiwanya agar benih bayi dalam kandungannya mendapatkan pengaruh dan energi yang positif dari perilaku ibu yang baik.

Ibu yang sedang hamil hendaklah memperhatikan betul tentang makanan dan minuman yang dikonsumsinya, karena akan berpengaruh pada bayi yang sedang di kandungnya. Makanan dan minuman yang haram akan mengeluarkan energi dan saripati makanan yang haram dan akan dikonsumsi oleh bayi yang sedang dikandungnya dan pasti akan berpengaruh terhadap perkembangan kehidupannya.

Disamping itu ketika seorang ibu sudah dinyatakan positif mengandung maka sebaiknya mulai saat itu setiap hari membaca do’a hamil sebagai berikut:

Doa bagi Ibu Hamil (dibaca oleh istri):

اَللَّهَمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِيْ وَاشْفِهِ أَنْتِ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَسَلاَمًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَحْسِنْ صُوْرَتَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, peliharalah anakku selama berada dalam kandunganku. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menyehatkan tiada kesehatan tanpa kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun. Ya Allah, bentuklah dia di dalam rahimku dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya untuk beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah dia dari rahimku ketika aku melahirkannya dengan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah dia anak yang sehat, sempurna, cerdas, cekatan, berilmu dan mengamalkannya. Ya Allah panjangkanlah umurnya, sehatkanlah badannya, baguskanlah akhlaknya, elokkanlah rupanya, fasihkanlah lisannya untuk membaca al-Qur’an dan hadist dengan berkah pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, amiin”.

Doa bagi Ibu Hamil (dibaca oleh suami):

اَللَّهَمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ أَنْتِ الشَّافِيْ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا، اَللَّهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ، اَللَّهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ أُمِّهِ وَقْتَ وِلاَدَتِهِ سَهْلاً وَسَلاَمًا اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلاً اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَحْسِنْ صُوْرَتَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِبَرَكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, peliharalah anakku selama berada dalam kandungan ibunya. Dan sehatkanlah dia, karena sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha Menyehatkan tiada kesehatan tanpa kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun. Ya Allah, bentuklah dia di dalam rahim ibunya dengan bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya untuk beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu. Ya Allah keluarkanlah dia dari rahim ibunya ketika dia melahirkannya dengan mudah dan selamat. Ya Allah jadikanlah dia anak yang sehat, sempurna, cerdas, cekatan, berilmu dan mengamalkannya. Ya Allah panjangkanlah umurnya, sehatkanlah badannya, baguskanlah akhlaknya, elokkanlah rupanya, fasihkanlah lisannya untuk membaca al-Qur’an dan hadist dengan berkah pemimpin kami Nabi Muhammad SAW, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, amiin”.

4 Bulan masa kehamilan

Pada usia kehamilan 120 hari atau empat bulan, dimulailah kehidupan dengan ditiup ruh oleh Malaikat yang diutus Allah, saat inilah ditentukan bagaimana ia berkehidupan untuk selanjutnya, di dunia sampai akhirat. “ditentukan rizkinya, ajalnya, langkah-langkah perilakunya, celaka atau bahagianya”. (HR. Bukhari Muslim).

Sangatlah tepat bila pada masa ini diadakan acara syukuran atas ni’mat kehamilan yang telah mencapai usia 120 hari dan selametan dengan memohon kepada Allah agar anak yang sedang dikandung ketika lahir nanti sebagai manusia yang sempurna, sehat jasmani dan rohani, dianugrahi rizki yang baik dan berkah, berumur panjang, taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbakti kepada ayah bundanya, bahagia di dunia dan akhirat.

Upacara syukuran atau selametan empat bulan biasa disebut “ngapati atau ngupati”(jawa) . Tetapi sebagai langkah bijaksana ketika mengadakan syukuran empat bulan ini tidak perlu mengadakan acara yang berlebihan apalagi dalam keadaan ekonomi yang tidak memungkinkan, yang terpenting adalah mendo’akan ibu dan jabang bayi yang di kandungnya.

Amalan-amalan yang baik untuk dilakukan pada usia kehamilan empat bulan ini adalah sebagai berikut :

1. Membaca al-Qur’an, khusunya surat-surat tertentu, yaitu : Yasiin, Maryam, Lukman, Thaha, Al-Anbiya, Al-Kahfi, An-Nur, Al-Mulk, Al-Waqi’ah.[10]

2. Membaca do’a hamil

3. Memperbanyak sholat malam[11] .

4. Memperbanyak amal kebaikan (terutama bershodaqah kepada yatim dan faqir miskin).

5. Menghindari bid'ah (seperti memakai peniti atau benda tajam untuk keselamatan).

6. Menjaga kestabilan emosi.

7. Mengajak komunikasi dengan janin.

Disamping itu ibu hamil juga dianjurkan untuk memakan buah-buahan seperti, korma, apel dan jambu batu, mengkonsumsi air zam-zam juga sangat bermanfa’at. Rasulullah SAW, bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ فَاِنْ شَرِبْتَهُ تَسْتَشْفِيْ بِهِ شَفَاكَ اللهُ وَإِنْ شَرِبْتَهُ مُسْتَعِيْذًا أَعَاذَكَ اللهُ (رواه الدارقطني والحاكم)

“Air zamzam itu diminum untuk apa saja (yang diniatkan), bila engkau meminumnya untuk meminta kesembuhan (dari penyakit) maka Allah akan menyembuhkannya, bila engkau meminumnya untuk meminta perlindungan (dari penyakit) maka Allah akan melindunginya” (HR. Al-Daraquthni dan Al-Hakim).[12]

7 Bulan masa kehamilan

Pada usia 7 bulan kehamilan janin yang ada dalam rahim sudah berbentuk dan mulai sering bergerak. Oleh karena itu pada usia kehamilan tujuh bulan ini sebaiknya melakukan syukuran dan slametan kehamilan yang disebut dengan “Nujuh Bulan”. Pada upacara tujuh bulan ini sebaiknya melakukan shadaqah dan doa-doa, Diantara do’a yang dibaca adalah :

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنَا مِنْ آفَاتِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ اْلآخِرَةِ وَفِتْنَتِهِمَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، اَللَّهُمَّ سَلِّمْ جَنِيْنَهَا وَعَافِ مَا فِيْ بَطْنِهَا مِمَّا لاَ نَرْجُوْهُ وَنَخَافُ، سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِيْ اْلعَالَمِيْنَ، إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِيْ الْمُحْسِنِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِجَاهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَيْهِ وَأَنْ تُسَلِّمَ جَنِيْنَهَا مِنَ اْلآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ وَاْلأَمْرَاضِ وَعَنْ أُمِّ مُلْدَنٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامَا رَبَّنَا آتِنَا فِيْ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ

“Ya Allah…! Selamatkanlah kami dari bencana dunia dan azab akhirat serta fitnah keduanya, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah…! Selamatkanlah janinnya dan lindungilah dari segala sesuatu yang tidak kami harapkan dan kami takutkan. Keselamatan semoga selalu terlimpah kepada Nabi Nuh di seluruh alam. Sungguh demikianlah kami membalas orang-orang yang berbuat baik. Ya Allah…! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dengan kemuliaan pemimpin kami Muhammad SAW, agar Engkau mencurahkan shalawat dan salam kepada beliau, dan selamatkanlah janin ini dari mara bahaya, penyakit dan gangguan jin Ummi Muldan, dengan kasih sayang-Mu, sesungguhnya Engkau Maha pemberi kasih sayang. Ya Tuhan kami…! Anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyejuk hati dan jadikanlah kami sebagai imam kaum yang bertaqwa”. ( Tradisi Islam, M. Afnan Hafidh, A. Ma’ruf Asrori Hal. 10)

BAB III.

MASA KETIKA MELAHIRKAN

Yang perlu diperhatikan ketika ada tanda-tanda akan melahirkan adalah tenang, pasrah dan berdo’a. Do’a yang utama adalah do’a yang diajarkan Rasulullah SAW, kepada Ummu Salamah dan Zainab binti Jahsyin agar keduanya mendatangi rumah Siti Fatimah putri Nabi yang akan melahirkan. Beliau berpesan : “Bacakanlah di sisinya “ayat kursi” dan “wa inna Rabbakumullah” dan bacalah pula surat “al-Mu’awwizatain” lengkapnya adalah sebagai berikut :

- Do’a untuk memperlancar kelahiran (dibacakan di dekat ibu yang akan melahirkan):

ª ! $ # I w t m » s 9 Î ) ž w Î ) u q è d  Ó y Õ ø 9 $ # ã P q • ‹ s ) ø 9 $ # 4 Ÿ w ¼ ç n ä ‹ è { ù ' s ? × p u Z Å ™ Ÿ w u r × P ö q t R 4 ¼ ç m © 9 $ t B ’ Î û Ï N º u q » y J ¡ ¡ 9 $ # $ t B u r ’ Î û Ç Ú ö ‘ F { $ # 3 ` t B # s Œ “ Ï % © ! $ # ß ì x ÿ ô ± o „ ÿ ¼ ç n y ‰ Y Ï ã ž w Î ) ¾ Ï m Ï R ø Œ Î * Î / 4 ã N n = ÷ è t ƒ $ t B š ú ÷ ü t / ó O Î g ƒ Ï ‰ ÷ ƒ r & $ t B u r ö N ß g x ÿ ù = y z ( Ÿ w u r t b q ä Ü Š Å s 㠃 & ä ó Ó y ´ Î / ô ` Ï i B ÿ ¾ Ï m Ï J ù = Ï ã ž w Î ) $ y J Î / u ä ! $ x © 4 y ì Å ™ u r ç m • ‹ Å ™ ö  ä . Ï N º u q » y J ¡ ¡ 9 $ # u Ú ö ‘ F { $ # u r ( Ÿ w u r ¼ ç n ß Š q ä « t ƒ $ u K ß g Ý à ø ÿ Ï m 4 u q è d u r  ’ Í ? y è ø 9 $ # Þ O Š Ï à y è ø 9 $ # Ç Ë ÎÎ È

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar”. (QS. Al-Baqarah :255)

ž c Î ) ã N ä 3 ­ / u ‘ ª ! $ # “ Ï % © ! $ # t , n = y { Ï N º u q » y J ¡ ¡ 9 $ # u Ú ö ‘ F { $ # u r ’ Î û Ï p ­ G Å ™ 5 Q $ ­ ƒ r & § N è O 3 “ u q t G ó ™ $ # ’ n ? t ã Ä ¸ ó  y ê ø 9 $ # Ó Å ´ ø ó 㠃 Ÿ @ ø ‹ © 9 $ # u ‘ $ p k ¨ ] 9 $ # ¼ ç m ç 7 è = ô Ü t ƒ $ Z W  Ï W y m } § ô J ¤ ± 9 $ # u r t  y J s ) ø 9 $ # u r t P q à f ‘ Z 9 $ # u r ¤ N º t  ¤ ‚ | ¡ ã B ÿ ¾ Í n Í  ö D r ' Î / 3 Ÿ w r & ã & s ! ß , ù = s ƒ ø : $ # ⠐ ö D F { $ # u r 3 x 8 u ‘ $ t 6 s ? ª ! $ #  > u ‘ t û ü Ï H s > » y è ø 9 $ # Ç Î Í È

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. Al-A’raf : 54)

ö @ è % è Œ q ã ã r & É b > t  Î / È , n = x ÿ ø 9 $ # Ç Ê È ` Ï B Î h Ž Ÿ ° $ t B t , n = y { Ç Ë È ` Ï B u r Î h Ž Ÿ ° @ , Å ™ % y ñ # s Œ Î ) | = s % u r Ç Ì È ` Ï B u r Ì h  x © Ï M » s V » ¤ ÿ ¨ Z 9 $ # † Î û Ï ‰ s ) ã è ø 9 $ # Ç Í È ` Ï B u r Ì h  x © > ‰ Å ™ % t n # s Œ Î ) y ‰ | ¡ y m Ç Î È

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya.Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” (QS. Al-Falaq:1-5)

ö @ è % è Œ q ã ã r & É b > t  Î / Ä ¨ $ ¨ Y 9 $ # Ç Ê È Å 7 Î = t B Ä ¨ $ ¨ Y 9 $ # Ç Ë È Ï m » s 9 Î ) Ä ¨ $ ¨ Y 9 $ # Ç Ì È ` Ï B Ì h  x © Ä ¨ # u q ó ™ u q ø 9 $ # Ä ¨ $ ¨ Y s ƒ ø : $ # Ç Í È “ Ï % © ! $ # â ¨ È q ó ™ u q 㠃 † Î û Í ‘ r ß ‰ ß ¹ Ä Z $ ¨ Y 9 $ # Ç Î È z ` Ï B Ï p ¨ Y É f ø 9 $ # Ä ¨ $ ¨ Y 9 $ # u r Ç Ï È

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia”. (QS. Al-Nas:1-6)

Dan hendaklah memperbanyak bacaan berikut :

لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمِ الْحَلِيْمِ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمٰوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمِ

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun, tiada tuhan selain Allah, Penguasa arasy yang agung, tiada tuhan selain Allah penguasa tujuh lapis langit dan penguasa arasy yang mulia”

Bila mengalami kesulitan dalam melahirkan maka bacakanlah kalimat berikut sebanyak mungkin, lalu tiupkan di air putih dan usapkan pada wajah si ibu yang akan melahirkan dan sebagiannya lagi di minum, inilah do’anya:

حَنَّهْ وَلَدَتْ مَرْيَمْ مَرْيَمْ وَلَدَتْ عِيْسَى اُخْرُجْ أَيُّهَا الْمَوْلُودْ بِقَدْرِ الْمَلِكِ الْمَعْبُودْ

“Siti Hanna telah melahirkan Siti Maryam, dan Siti Maryam melahirkan Nabi Isa. Keluarlah wahai anak yang hendak dilahirkan dengan kekuasaan Raja (Allah) yang di sembah”.

Do’a tersebut dapat pula dibaca sambil mengusap perut si ibu atau ditulis di secarik kertas yang putih lalu di masukkan ke dalam air di gelas lalu diminum.[13]

Ketika bayi lahir dari kandungan ibu yang pertama kali diucapkan adalah memuji kepada Allah dengan ucapan “alhamdu lillahi rabbil ‘alamiin, terima kasih ya Allah Engkau telah melancarkan aku dalam persalinan ini dan menyelamatkan aku dan bayiku”.

Kemudian setelah bayi dibersihkan lalu diazankan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri dengan suara pelan oleh ayahnya atau orang yang ada disekitarnya. Kemudian membaca do’a berikut :

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَّهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَّمَّةٍ

Artinya : “Aku memohon perlindungan untukmu (bayi) dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan hewan yang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang berbahaya”.[14]

BAB IV

MASA SETELAH MELAHIRKAN

I . Yang berhubungan dengan bayi

1. Adzan dan iqamah untuk bayi yang baru dilahirkan

Ulama sepakat bahwa sunnah hukumnya mengumandangkan adzan di telinga kanan dan iqamah di telinga kiri pada bayi yang baru dilahirkan. Kesunnahan ini dapat diketahui dari sabda Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Ubaidillah bin Abi Rafi’ :

عَنْ عُبَيْدِ اللهِ بْنِ أَبِيْ رَافِعٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِيْ أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ

“Dari Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya, ia berkata : Aku melihat Rasulullah SAW, membacakan adzan di telinga Husein bin Ali RA, ketika Siti Fatimah melahirkannya dengan adzan shalat” (Sunan Abu Dawud No. 4441).

Dalam hadits lain beliau bersabda:

مَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُوْدٌ فَأَذَّنَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُسْرَى لمَ ْتَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ ( الأذكار النووي ص: ۲٥٣ )

“Barangsiapa yang dilahirkan untuknya seorang anak kemudian dia mengazankannya di telinga kanannya dan meng-iqamahkannya di telinga yang kiri maka tak akan diganggu oleh syetan Ummi Sibyan”. (Syekh Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Azkar An-Nawawi Halaman 253).

Mengenai keutamaan dan fadhilahnya, sayyid Alwi al-Maliki menyatakan :

الأَوَّلُ فِعْلُهُ فِيْ أُذُنِ الْمَوْلُوْدِ عِنْدَ وِلاَدَتِهِ فِيْ أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَالإِقَامَةُ فِيْ أُذُنِهِ الْيُسْرَى وَهَذَا قَدْ نَصَّ فُقَهَاءُ الْمَذْهَبِ عَلَى نَدْبِهِ وَجَرَى بِهِ عَمَلُ عُلَمَاءِ الأَمْصَارِ بِلاَ نَكِيْرٍ وَفِيْهِ مُنَاسَبَةٌ تَامَّةٌ لِطَرْدِ الشَّيْطَانِ بِهِ عَنِ الْمَوْلُوْدِ وَلِنُفُوْرِهِمْ وَفِرَارِهِمْ مِنَ الأَذَانِ كَمَا جَاءَ فِي السُّنَّةِ (مَجْمُوْعُ فَتَاوِيْ وَرَسَائِلُ، ۱۱۲)

“Pertama (yang harus dilakukan adalah) melantunkan adzan di telinga kanan anak yang baru dilahirkan dan iqamah di telinganya yang kiri. Para Ulama telah bersepakat bahwa perbuatan ini tergolong sunnah. Dan mereka telah mengamalkan hal tersebut tanpa seorangpun yang mengingkarinya. Perbuatan ini mengandung hikmah untuk mengusir syetan dari anak yang baru dilahirkan itu, karena syetan akan lari ketika mendengan adzan, sebagaimana keterangan dalam hadits Nabi Muhammad SAW”. (Majmu’ Fatawi Warasail, 112).

Sedang iqamah disunahkan dibaca pada telinga bayi sebelah kiri, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits berikut:

مَنْ وُلِدَ لَهُ فَأَذَّنَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُمْنَى وَأَقَامَ فِيْ أُذُنِهِ الْيُسْرَى لَمْ يَضُرَّهُ أُمُّ الصِّبْيَانِ

“Barangsiapa yang dikaruniai anak, kemudian dia melantunkan adzan di telinga bayi sebelah kanan dan iqamah pada telinga kiri, maka tidak akan diganggu oleh syetan” (Riwayat Ibnu Sinni).

Menjadi jelas bahwa melantunkan adzan dan iqamah di telinga bayi yang baru dilahirkan hukumnya sunnah. Dan diantara fungsinya adalah mengusir syetan pengganggu pada bayi tersebut.

Setelah adzan dan iqamah disunnahkan pula untuk membaca do’a berikut :

أُعِيْذُكَ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَّهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَّمَّةٍ

Artinya : “Aku memohon perlindungan untukmu (bayi) dengan kalimat- kalimat Allah yang sempurna dari semua setan dan hewan yang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang berbahaya”.

2. Mentahnik dengan korma

Mentahnik adalah mengunyahkan korma oleh seorang yang mulia lalu memasukkan ke dalam mulut sang bayi.

Diriwayatkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Asma putri Abu Bakar berkata: “Aku sedang hamil di Mekkah, lalu aku mendatangi Madinah dan istirahat di Masjid Quba lalu aku melahirkan di sana, kemudian aku membawa anakku itu kepada Rasulullah SAW, lalu beliau memangkunya kemudian beliau mengunyahkan korma lalu memasukkan kunyahan korma itu ke dalam mulut bayiku, maka awal mula yang masuk kedalam perut bayiku adalah ludah mulya Rasulullah SAW, kemudian beliau mendo’akan barokah.[15]

3. Mencukur rambut bayi

Pada hari ke tujuh selepas melahirkan diadakan syukuran atau selamatan. Pada acara tersebut dilaksanakan pencukuran rambut bayi secara menyeluruh kemudian rambut tersebut ditimbang untuk mengethui berapa beratnya. Lalu setelah itu dikeluarkan shadaqah senilai harga emas atau perak dari berat rambut bayi yang dicukur itu. [16]

Rasulullah SAW, bersabda :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى (رواه الترمذي)

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh (dari kelahirannya), lalu di cukur rambutnya dan di beri nama” (HR. Tirmidzi).

4. Memberi nama yang baik

Dalam memberi nama anak hendaklah dicarikan nama yang baik menurut agama, karena manusia akan dipanggil di hari kiamat dengan namanya. Rasulullah SAW, bersabda :

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ فَأَحْسِنُوْا أَسْمَائَكُمْ (رواه أبو داود)

“Sesungguhnya kalian semua akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian, maka perbaikilah nama kalian” (HR. Abu Dawud).

Mengenai nama-nama yang baik akan dijelaskan pada bab tersediri insya Allah.

5. Menyembelih Aqiqah

Menurut arti asalnya aqiqah adalah rambut yang ada pada bayi ketika lahir, sedang menurut syari’at Aqiqah adalah kambing yang disembelih pada hari ketujuh dari kelahiran bayi. Rasulullah SAW, bersabda :

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى (رواه الترمذي)

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelih di hari ketujuh (dari kelahirannya), lalu di cukur rambutnya dan di beri nama” (HR. Tirmidzi).

Adapun kambing yang disembelih untuk aqiqah jumlahnya dua ekor bila bayinya laki-laki dan satu ekor bila bayinya perempuan. Mengenai syarat-syarat hewan aqiqah sama dengan syarat-syarat yang ada pada hewan qurban.[17]

Catatan :

Waktu pelaksanaan Aqiqah yang utama adalah pada hari ke tujuh sejak bayi dilahirkan dan tidak ada batasan akhir untuk melaksanakan aqiqah. Sehingga bila anak yang dilahirkan sudah meninggal dunia atau sudah dewasa, maka tetap disunahkan melaksanakan aqiqah.

Tetapi bila anak itu sudah dewasa menurut imam Rafi’i, diperbolehkan baginya untuk melaksanakan aqiqah untuk dirinya sendiri. Berpedoman pada hadits “Bahwa Rasulullah SAW mengaqiqahkan dirinya sendiri di usia dewasa”. Namun menurut imam Nawawi dan kebanyakan ulama bahwa anak yang sudah dewasa tidak perlu lagi mengaqiqahkan dirinya karena waktunya sudah terlewat.[18]

Para pembaca dapat melaksanakan menurut keyakinan masing-masing. Bila ada rizki tentu tidak ada salahnya kita mengqadha aqiqah diri sendiri yang tujuannya adalah untuk bershadaqah kepada faqir miskin.

Do’a Aqiqah

Ketika menyembelih hewan aqiqah maka disunatkan untuk membaca do’a sebagai berikut:

1. membaca basmalah

2. membaca sholawat kepada Nabi SAW

3. membaca takbir

4. membaca do’a aqiqah, yaitu:

اَللَّهُمَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ (................... بن .....................) فَتَقَبَّلْ مِنَّا

“Ya Allah…! (Hewan) ini adalah aqiqahnya …………… bin ………………….. (sebutkan nama anaknya), maka terimalah aqiqah kami ini”.

II . Yang berhubungan dengan Ibu

1. Mandi Wiladah dan Nifas

Seorang wanita yang telah selesai melahirkan anak mempunyai kewajiban mandi besar yang disebut mandi wiladah dan mandi nifas setelah berhentinya darah nifas.

Para ulama menjelaskan bahwa wanita wajib mandi setelah melahirkan dan setelah berhentinya darah nifas, meskipun melahirkan tanpa ada cairan (darah). Begitu pula bagi wanita yang mengalami keguguran baik berupa darah kental (‘alaqah ) ataupun berbentuk segumpal daging (mudhghah ).

Namun bila wanita tersebut merasa kesulitan untuk melakukan mandi wiladah pada hari pertama maka boleh melakukannya pada hari berikutnya atau disatukan dengan mandi nifas dengan niat bersamaan.

Bagi wanita yang menjalani persalinan dengan cara cesar, tetap dikategorikan sebagai wiladah (melahirkan normal) dan wajib baginya melakukan mandi.

Darah Wiladah dan Nifas

Darah yang keluar dari rahim wanita yang melahirkan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

1. Darah yang keluar ketika akan melahirkan (tidak mewajibkan mandi).

2. Darah yang keluar bersamaan dengan melahirkan disebut darah wiladah (mewajibkan mandi wiladah).

3. Darah yang keluar setelah melahirkan disebut darah nifas (mewajibkan mandi nifas).

Perlu diingat, bahwa permulaan darah nifas itu keluar sebelum berlalu lima belas hari dari melahirkan anak. Andaikata setelah melahirkan tidak mengeluarkan darah namun setelah masa lima belas hari atau lebih baru mengeluarkan darah maka darah yang keluar itu tidak dikatakan sebagai nifas tetapi ia merupakan darah haidh.[19]

III. Mengurus ari-ari (Bali)

Ari-ari (bali atau plasma yang keluar mengiringi bayi) supaya dirawat dengan baik. Cara merawatnya adalah saebagai berikut :

1. Di tanam di dalam tanah (dikebumikan), tanpa penerang lampu atau listrik.

2. Di hanyutkan ke sungai yang menjurus ke laut

Syari’at mengebumikan ini adalah untuk semua anggota badan yang terpisah, termasuk kuku, rambut, dan pusar. Adapun memperlakukan ari-ari dilengkapi bumbu (seperti kunyit dan lain-lain) adalah sebagai harapan (tafaul) dan tradisi dari adat masyarakat setempat, hukumnya tidak wajib. seperti ketika beraqiqah disunnahkan tidak memotong tulang-tulang, sebagai lambang harapan keselamatan dan keutuhan badan anak yang di aqiqahkan. Dalam sebuah hadits dikatakan:

كَانَ لاَ يَتَطَيَّرُ وَلَكِنْ يَتَفَاءَلُ (رَوَاهُ الْحَاكِمُ وَالْبَغَوِيْ عَنْ بُرْدَةَ)

“Adalah beliau Nabi Muhammad SAW, tidak mengadakan kesialan (pesimisme), tetapi beliau mengadakan harapan (optimisme). (HR. al-Hakim, al-Bagawi, dari Burdah).

Adapun memperlakukan ari-ari dengan mengubur dan menyalakan lilin atau lampu penerang diatasnya hukumnya haram, karena termasuk menggunakan harta yang tidak ada manfa’atnya (Tabziirul Maal).[20]

BAB V

MASA MENYUSUI ANAK

Menyusui anak dengan ASI adalah anjuran Islam, kewajiban seorang ibu dan hak anak, berdosa bagi ibu bila dia enggan menyusui anaknya, karena dengan itu dia telah berbuat zhalim kepada anak kandungnya sendiri. Kecuali bila ada uzur syar’i, seperti ibunya sakit atau puting susu tidak dapat mengeluarkan ASI atau sang bayi menolak untuk disusui. Dalam hal ini sang ayah berkewajiban mencarikan wanita yang dapat menyusui bayinya dengan jalan menyewa (Radha’ah) atau membelikan susu bayi yang sudah tersedia di toko.

Dalam beberapa ayat Al-Qur'an Allah SWT, menerangkan tentang itu. Allah SWT berfirman :

* ß N º t $ Î ! º u q ø 9 $ # u r z ` ÷ è Å Ê ö  㠃 £ ` è d y ‰ » s 9 ÷ r r & È û ÷ , s ! ö q y m È û ÷ ü n = Ï B % x . ( ô ` y J Ï 9 y Š # u ‘ r & b r & ¨ L É ê 㠃 s p t ã $ | Ê §  9 $ # 4 ’ n ? t ã u r Ï Š q ä 9 ö q p R ù Q $ # ¼ ã & s ! £ ` ß g è % ø — Í ‘ £ ` å k è E u q ó ¡ Ï . u r Å $ r 㠍 ÷ è p R ù Q $ $ Î / 4 Ÿ w ß # ¯ = s 3 è ? ë § ø ÿ t R ž w Î ) $ y g y è ó ™ ã r 4 Ÿ w § ‘ ! $ Ÿ Ò è ? 8 o t $ Î ! º u r $ y d Ï $ s ! u q Î / Ÿ w u r × Š q ä 9 ö q t B ¼ ç m © 9 ¾ Í n Ï $ s ! u q Î / 4 ’ n ? t ã u r Ï ^ Í ‘ # u q ø 9 $ # ã @ ÷ V Ï B y 7 Ï 9 º s Œ 3 ÷ b Î * s ù # y Š # u ‘ r & » w $ | Á Ï ù ` t ã < Ú # t  s ? $ u K å k ÷ ] Ï i B 9 ‘ ã r $ t ± s ? u r Ÿ x s ù y y $ o Y ã _ $ y J Í k ö Ž n = t ã 3 ÷ b Î ) u r ö N › ? Š u ‘ r & b r & ( # þ q ã è Å Ê ÷ Ž t I ó ¡ n @ ö / ä . y ‰ » s 9 ÷ r r & Ÿ x s ù y y $ u Z ã _ ö / ä 3 ø ‹ n = t æ # s Œ Î ) N ç F ô J ¯ = y ™ ! $ ¨ B L ä ê ø ‹ s ? # u ä Å $ r á  ÷ è p R ù Q $ $ Î / 3 ( # q à ) ¨ ? $ # u r © ! $ # ( # þ q ß J n = ô ã $ # u r ¨ b r & © ! $ # $ o ÿ Ï 3 t b q è = u K ÷ è s ? × Ž  Å Á t / Ç Ë ÌÌ È

“ Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan” (Q.S Al- Baqoroh 2: 233).

$ u Z ø Š ¢ ¹ u r u r z ` » | ¡ S M } $ # Ï m ÷ ƒ y ‰ Ï 9 º u q Î / $ · Z » | ¡ ô m Î ) ( ç m ÷ F n = u H x q ¼ ç m • B é & $ \ d ö  ä . ç m ÷ G y è | Ê u r u r $ \ d ö  ä . ( ¼ ç m è = ÷ H x q u r ¼ ç m è = » | Á Ï ù u r t b q è W » n = r O # ·  ö k y ­ 4 # Ó ¨ L y m # s Œ Î ) x ÷ n = t / ¼ ç n £ ‰ ä © r & x ÷ n = t / u r z ` Š Ï è t / ö ‘ r & Z p u Z y ™ t A $ s % É b > u ‘ û Ó Í _ ô ã Î — ÷ r r & ÷ b r & t  ä 3 ô © r & y 7 t F y J ÷ è Ï R û Ó É L © 9 $ # | M ô J y è ÷ R r & ¥ ’ n ? t ã 4 ’ n ? t ã u r £ “ t $ Î ! º u r ÷ b r & u r Ÿ @ u H ù å r & $ [ s Î = » | ¹ ç m 9 | Ê ö  s ? ô x Î = ô ¹ r & u r ’ Í < ’ Î û û Ó É L ­ ƒ Í h ‘ è Œ ( ’ Î o T Î ) à M ö 6 è ? y 7 ø ‹ s 9 Î ) ’ Î o T Î ) u r z ` Ï B t û ü Ï H Í > ó ¡ ß J ø 9 $ # Ç Ê Î È

“ Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila Dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri". Q.S. Al- Ahqaaf 46:15 )

Permasalahan psikologis pada anak, dapat disebabkan berkurangnya waktu sang ibu menyusui anak, bahkan Al-Qur'an menyuruh ibu menyempurnakan penyusuannya selama 2 tahun. Bagi ibu yang mau menyusui bayinya dengan air susunya Allah telah menyiapkan baginya pahala yang besar.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW, bersabda :

"Sesungguhnya Allah SWT, melimpahkan rahmat kepada seorang ibu yang menyusui bayinya sama dengan membebaskan seorang budak setiap saat. Ketika masa menyusui berakhir, malaikat berkata : " Mulailah kehidupanmu kembali. Sesungguhnya Allah subhanahu wataála telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu."

Dengan menyusui, bayi akan dapat terpenuhi kebutuhan fisiknya dan juga dapat terpenuhi kebutuhan emosinya, berupa kasih sayang, kelembutan, kehangatan, dekapan ibu dan perhatian. Karena itu, ibu menyusui perlu memperhatikan dan mengupayakan pemenuhan hal-hal seperti tersebut dibawah ini:

a. Membaca basmalah terlebih dahulu.

b. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal dan bergizi (halalan toyyiban).

c. Membelai bayi dan menyusui dengan tenang.

d. Memperdengarkan bacaan al-Qur’an, sholawat, kalimah toyyibah dan lainnya kepada bayi yang sedang disusui.

e. Usahakan saat ibu menyusui bayi berada di tempat yang tenang seperti di dalam kamar atau di ruang keluarga.

f. Mengajak komunikasi dengan anak.

BAB V

MEMBERI NAMA

Menurut ajaran islam nama-nama seseorang itu dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu:

1. Nama yang terbaik

Nama yang terbaik adalah nama yang paling disukai oleh Allah SWT, yaitu nama-nama yang mengandung arti penghambaan diri kepada-Nya, sebagaimana yang telah disabdakan Nabi Muhammad SAW, dalam haditsnya:

أَحَبُّ الأَسْمَاءِ إِلَى اللهِ عَبْدُ اللهِ وَعَبْدُ الرَّحْمٰنِ (رواه مسلم وأبو داود والترمذي وابن ماجه)

“Nama yang paling disukai oleh Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Dalam hadits lain Nabi bersabda:

أَحَبُّ الأَسْمَاءِ إِلَى اللهِ مَا تُعُبِّدَ لَهُ (رواه الطبراني)

“Nama yang paling disukai oleh Allah adalah nama yang menunjukkan penghambaan diri kepada-Nya (HR. Al-Tabrani).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa nama yang terbaik adalah nama-nama yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Menggunakan nama Abdullah atau Abdurrahman

b. Menggunakan dua rangkaian kata yang terdiri dari nama “Abdu” dirangkai dengan salah satu nama Allah (Asmaul Husna), seperti: Abdul Ghafur.

c. Berbahasa non arab tetapi mengandung arti penghambaan diri kepada Allah.

2. Nama yang baik

Nama yang baik adalah selain nama di atas, misalnya nama para nabi, para sahabat atau nama para ulama. Nabi Muhammad SAW, bersabda:

سَمُّوْا بِأَسْمَاءِ الأَنْبِيَاءِ (رواه البخاري)

“Namailah (anakmu) dengan nama para nabi” (HR. Bukhari)

3. Nama yang tidak baik (sebaiknya diganti)

Membuat nama tentu ada tujuannya, islam mengajarkan kepada umatnya agar dalam melakukan berbagai kegiatan harus ada jelas maksud dan tujuannya, begitu pula halnya dalam pemberian nama.

Kebiasaan membuat nama menggunakan kata yang asal ngetrend atau tanpa tujuan yang jelas praktis akan menjadikan nama yang dibuatnya tidak bermakna dan tidak baik menurut agama, bahkan dapat menimbulkan keharaman.

Begitu pula kebiasaan membuat nama dari akronim (singkatan) dari nama orangtuanya, misalnya nama “Baskom” singkatan dari nama ayahnya “Basuki” dan ibunya “Kokom”. Atau membuat nama dari suatu peristiwa, misalnya “Gempa” karena memperingati gempa bumi.

Oleh karena itu nama yang tidak memiliki arti atau memiliki arti yang tidak baik sebaiknya diganti dengan nama yang baik atau nama yang terbaik.

4. Nama yang buruk (harus diganti)

Nama yang buruk adalah nama-nama yang memiliki arti yang buruk, yaitu nama yang tidak sesuai dengan visi misi agama islam, yaitu mengajak berbuat baik dan menjauhkan perbuatan yang buruk. Di zaman Rasulullah ada seorang wanita yang diberi nama ‘Ashiyah (pelaku ma’shiat), maka oleh Rasul diganti dengan nama “Jamilah” (yang cantik).

5. Nama yang diharamkan (wajib diganti)

Nama yang diharamkan adalah nama yang maknanya menyamai kekuasaan Allah, misalnya “Malikul Amlak” yang artinya “Raja Diraja”. Termasuk dalam kategori nama yang diharamkan adalah nama yang menyebabkan kemusyrikan, misalnya: “Putra Tuhan”, “Mahkota Dewa” dll.

Muslim yang baik tidak akan memberi nama anaknya dengan asal saja, hanya sekedar nama. Dia pasti akan memberi nama anak kesayangannya dengan nama yang diridhoi Allah SWT dan Rasul-Nya.[21]

Do’a menamai anak

Nama yang telah dirumuskan dan ditetapkan sebaiknya diresmikan penggunannya melalui sebuah upacara yang disebut “tasyakuran aqiqah”. Kalaupun penyembelihan aqiqah belum dapat dilaksanakan pada hari yang ketujuh, namun peresmian nama anak sudah dapat dilaksanakan pada malam yang ketujuh ini. Hal ini sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW.

Adapaun tata cara pelaksanaannya adalah dengan mengundang para famili dan tetangga untuk berdo’a bersama. Tata caranya adalah sebagai berikut:

a. Membaca surat yaasin dilanjutkan dengan tahlil

b. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, yang biasanya membaca maulid (marhaba/barzanji).

c. Mengusap ubun-ubun bayi sambil berkata:

سَمَّيْتُكَ بِمَا سَمَّاكَ اللهُ ب ............بن ..............

“Aku namai engkau sebagaimana Allah memberi nama kepadamu, dengan nama : ……………bin………...(sebutkan namanya).

d. Mendo’akan bayi, sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ انْشَأْهُ نَشْأَةً صَالِحَةً وَأَحْيِهِ حَيَاةً طَيِّبَةً وَاسْعَدْهُ سَعَادَةَ الْحُسْنَى وَاجْعَلْهُ بَارَّا لِوَالِدَيْهِ غَيْرَ عَاقٍّ لَهُمَا وَاجْعَلْهُ مِنَ الصَّالِحِيْنَ الْعَارِفِيْنَ اْلعَامِلِيْنَ وَكُفَّهُ شَرَّ نَظْرَةِ الْعَيْنِ وَالْحَاسِدِيْنَ وَأَعِذْهُ عَنْ خَلْقِكَ أَجْمَعِيْنَ وَلاَ تُوَجِّهْهُ إِلاَّ لِوَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَاغْفِرْ لِوَالِدَيْهِ أَجْمَعِيْنَ يَا رَبَّ الْعاَلَمِيْنَ

“Ya Allah…! Tumbuhkanlah ia menjadi anak yang sholeh, hidupkanlah ia pada kehidupan yang baik, jadikan ia sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya dan tidak durhaka kepada keduanya. Ya Allah…! Jadikanlah ia ke dalam golongan orang-orang sholeh, arif bijaksana dan gemar beramal. Jauhkanlah ia dari pandangan mata yang buruk dan orang-orang yang hasud. Lindungilah ia dari kejahatan semua makhluk, dan jangan hadapkan ia kecuali kepada-Mu yang Mulia, dan ampunilah dosa kedua orang tuanya, Ya…Rabbal Alamiin”.

BAB VII

MASALAH-MASALAH PENTING

1. Aborsi

Aborsi adalah menggugurkan kandungan atau janin yang ada dalam rahim sang ibu, baik dengan terapi pemijatan atau pengobatan. Aborsi hukumnya haram dilakukan baik usia kandungan sudah mencapai 120 hari (empat bulan) atau belum. Dan pelakunya termasuk melakukan dosa besar. Ini adalah pendapat Qaul yang Mu’tamad (kuat) dari para Ulama. Oleh karena itu bagi ibu yang hamil baik secara sah atau “kecelakaan” jangan sampai menggugurkan kandungannya, sebaiknya dirawat baik-baik sampai melahirkan, pasrahkan semuanya kepada Allah SWT.

2. KB dan Alat Kontrasepsi

KB atau membatasi keturunan saat ini menjadi pilihan bagi para keluarga khususnya keluarga muda. Ada banyak alasan untuk melakukan hal itu. Mengenai hukumnya Ulama telah memberikan penjelasan sebagai berikut :

a. Makruh, bila dilakukan dengan cara mencegah datangnya sperma ke rahim wanita dan tanpa alasan (udzur) yang jelas, baik dengan cara ‘azl (mengeluarkan mani di luar rahim) atau dengan memakai alat kontasepsi yang diperbolehkan, seperti kondom.

b. Boleh (tidak makruh), bila dilakukan dengan alasan yang dibenarkan oleh agama. Alasan menunda kehamilan yang dapat dibenarkan oleh agama adalah:

· Untuk merawat dan mendidik anak

· Untuk menjaga penampilan agar tetap dicintai oleh suami

· Karena kesulitan ekonomi

· Khawatir tidak mampu menahan rasa sakit ketika melahirkan

Catatan :

Pada dasarnya penggunaan spiral (IUD) hukumnya boleh, seperti halnya ‘azl atau memakai kondom dan suntik. Namun pemasangan spiral harus dilakukan oleh dokter wanita atau bidan atau dipasang oleh suami sendiri, karena pemasangan spiral harus melihat aurat mugholladzah (vagina). Bila pemasangan spiral ini dilakukan oleh dokter laki-laki maka hukumnya haram.

3. Bayi kembar

Bayi kembar adalah dua bayi atau lebih yang dilahirkan bersamaan waktunya atau tidak melebihi masa enam bulan (180 hari) dari kelahiran bayi pertama. Apabila kelahiran bayi yang kedua sudah melewati masa enam bulan dari kelahiran bayi pertama maka bayi tersebut tidak dihukumi bayi kembar, artinya masing-masing dihukumi kelahiran yang berbeda.

Konsekuensi hukum dari bayi kembar ini erat kaitannya dengan perhitungan masa nifas. Apabila bayi tersebut dihukumi kembar maka masa nifas dihitung sejak kelahiran bayi yang kedua.[22]

BAB VIII. Penutup

Demikian sekelumit tentang hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan dan menyusui bayi menurut kacamata agama islam. Semoga kajian yang singkat ini bermanfa’at dan membawa barokah bagi penulis, pembaca dan orang-orang yang membantu penerbitannya, amiin.

Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamit Thariiq.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ وَإِلَيْهِ الْمَرْجِعُ وَالْمَآبِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

م



[1] Syekh Abdul Wahab al-Sya’roni, Al-Minahus Saniyyah, Wasiyyatul Mushthafa, hal. 2

 

[2] Al-Jami’ al-Shagir Juz II halaman 153, syekh Jalaluddin Abdurrahman bin abu Bakar al-Suyuthi

[3] Al-Jami’ al-Shagir Juz I halaman 94, syekh Jalaluddin Abdurrahman bin abu Bakar al-Suyuthi

[4] Al-Jami’ al-Shagir Juz I halaman 48, syekh Jalaluddin Abdurrahman bin abu Bakar al-Suyuthi

[5] Ibid Juz I, halaman 96

[6] Hadits mauquf adalah hadits yang periwayatan sanadnya hanya sampai pada sahabat.

[7] Al-Adzkar al-Nawawi, Syekh Abu Zakariyya Yahya bin Syaraf al-Nawawi Hal. 251

[8] Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali Jilid II hal. 51

[9] ibid

[10] Membaca surat Yasiin diniatkan agar anaknya diberi kekuatan iman dan islam, panjang umur di dalam ta’at ibadah dan diberi husnul khatimah.

Membaca surat maryam agar anaknya bila ditakdirkan seorang wanita dapat hidup seperti Siti Maryam ibunda Nabi Isa AS, yang gigih dalam mempertahankan aqidah & rajin ibadah.

Membaca surat Lukman dimaksudkan agar bila ditakdirkan anaknya laki-laki dapat hidup menjadi seperti Lukman Al-Hakim, seorang pemuda yang jenius, rendah hati dan penuh keimanan kepada Allah SWT.

Membaca surat Thaha agar anaknya menjadi manusia yang siap berjuang demi agama seperti Nabi Thaha (Muhammad SAW).

Membaca surat Al-Anbiya agar anaknya dapat mengikuti jejak para nabi.

Membaca surat Al-Kahfi agar anaknya memiliki keyakinan yang kuat dan pendirian yang teguh seperti Ashabul Kahfi.

Membaca surat An-Nur agar anaknya diberikan cahaya ilmu.

Membaca surat al-Mulk agar anaknya dapat memiliki jiwa kepemimpinan dan managemen yang baik.

Membaca surat al-Waqi’ah agar anaknya dimudahkan segala urusannya dan dimurahkan rizkinya.

[11] Shalat malam yang dimaksud bisa berupa shalat tahajjud atau tasbih atau shalat sunnat muthlak. Setelah melakukan shalat malam lalu membaca surat yang disebutkan diatas dan diteruskan membaca do’a hamil.

[12] Al-Jami’ al-Shagir, Syekh Jalaludiin Abdurrahman al-Suyuthi, hal. 141.

[13] Tradisi Islami, M. Afnan Chafidh-A. Ma’ruf Asrori, hal. 16-17

[14] Tradisi Islami, M. Afnan Chafidh-A. Ma’ruf Asrori, hal. 16-17

[15] Kearifan Syari’at, Forum Kalimasada Ponpes Lirboyo hal. 348

[16] Fathul Wahab hamisy Hasyiyah al Jamal, Juz V, hal. 265

[17] Hasyiyah Al-Bajuri, Syekh Ibrahim Al-Bajuri Juz II, hal. 305

[18] Kifayatul Akhyar, juz II hal. 243

[19] Sumber rujukan permasalahan wanita, Lajnah Bahtsul Masail Ponpes Lirboyo Kediri, hal. 51

[20] Ahkaamul Fuqaha, Hasil Muktamar Nahdhatul Ulama Hal. 112

[21] Tradisi Islami Panduan Prosesi Kelahiran, M. Afnan Hafidz, A. Ma’ruf Asrori, hal. 32-39

[22] Hasyiyah Al-Bajuri, Syekh Ibrahim al-Bajuri Juz II, hal. 169

 

Tue, 10 Nov 2009 @17:46
Tags: and5fh t

Welcome
image

Puskesmas Sukabumi

Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

Copyright © 2014 PT SITEKNO · All Rights Reserved